Yogyakarta – Sepekan penuh, ruang-ruang di Gedung Puspics Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) berubah senyap oleh goresan pena. Program Studi Magister Kependudukan menggelar ujian tengah semester (UTS) gasal tahun akademik 2026/2027 pada 5-9 Oktober 2026. Selama lima hari itu, mahasiswa menjalani ujian 12 mata kuliah, dari Senin hingga Jumat.
Mahasiswa Magister Kependudukan UGM mengerjakan soal UTS di Gedung Puspics, Fakultas Geografi.
Jadwal ujian disusun bergelombang. Pada Senin hingga Kamis, sesi pagi dimulai pukul 09.00 sampai 10.40 dan sesi siang pukul 13.00 sampai 14.40. Jumat, 9 Oktober, ujian digeser lebih awal, yakni pukul 07.30-09.10 dan 09.30-11.10. Hari pertama dibuka dengan Teknik Analisa Data Kependudukan serta Dinamika Penduduk dan Pembangunan. Ujian kemudian bergulir ke Fertilitas, Metode Penelitian untuk Kependudukan, Ketenagakerjaan, Mobilitas Penduduk, serta Mortalitas dan Morbiditas.
Memasuki Kamis, 8 Oktober, peserta menghadapi Sistem Informasi Geografi untuk Studi Kependudukan, Kesehatan Reproduksi, dan Teori dan Konsep Ilmu Kependudukan. Ujian ditutup pada Jumat dengan Pembangunan Sumber Daya Manusia serta Gender dalam Dinamika Kependudukan. Setiap mata kuliah diampu tim dosen yang terdiri atas dua hingga empat pengajar.
Jumlah peserta berbeda-beda di tiap kelas. Dinamika Penduduk dan Pembangunan menjadi kelas terbesar dengan 12 peserta, disusul Teknik Analisa Data Kependudukan, Mortalitas dan Morbiditas, serta Sistem Informasi Geografi untuk Studi Kependudukan yang masing-masing diikuti 11 peserta. Sebaliknya, Metode Penelitian untuk Kependudukan serta Teori dan Konsep Ilmu Kependudukan hanya diikuti dua peserta. Jika dijumlahkan, seluruh sesi ujian pekan itu melibatkan 100 peserta.
Jadwal tersebut ditetapkan Ketua Program Studi Magister Kependudukan, Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si., di Yogyakarta pada 28 September 2026.
Penulis: Feri Fahrian Maulana


